|

Kementerian PUPR Siagakan Alat Berat di Lokasi Banjir Pacitan

Rabu , 6 Des 2017

Pacitan – Intensitas curah hujan yang tinggi pada 28 November lalu di Kabupaten Pacitan mengakibatkan Sungai Njarum Desa Sukoharjo di Kec. Pacitan meluap sehingga terjadi banjir yang disusul dengan tanah longsor. Bencana banjir dan tanah longsor tersebut menelan 25 korban jiwa, 6 di antaranya meninggal akibat banjir dan 19 lainnya meninggal karena tanah longsor. Sementara itu masih terdapat 5 orang yang dinyatakan hilang. Berdasarkan data visual dari BPBD Pacitan terdapat 16.872 pengungsi yang tersebar di 12 kecamatan, baik yang berada di pos pengungsian maupun yang di pos mandiri.

Banjir dan tanah longsor yang terjadi juga merusak beberapa sarana dan prasarana infrastruktur seperti tanggul sungai, jalan, jembatan, rumah, sekolah, tempat beribadah, serta fasilitas kesehatan lainnya.

Terdapat tanggul yang jebol di 13 titik dan terdapat revetment, dan tebing yang rusak. Hingga tanggal 3 November, Ditjen Sumber Daya Air melalui BBWS Bengawan Solo telah melakukan tindakan darurat diantaranya dengan memobilisasi 2 excavator untuk menangani tanggul yang jebol di Kel. Ploso, mengirim 10.000 sandbag di Kel. Sidoharjo, perbaikan parapet dengan 2.150 sandbang di Kel. Sukoharjo, dan penimbunan bantaran tanggul di Desa Ploso.

“Terdapat 3 titik tanggul sungai jebol yang paling parah, tetapi banjir tersebut bukan karena lemahnya tanggul tersebut, melainkan karena tinggi nya curah hujan dan debit air. Kita juga terus men-standby-kan alat berut untuk mengantisipasi hujan susulan” ujar Imam Santoso selaku Direktur Jenderal Sumber Daya Air.

Tanah longsor yang terjadi juga berdampak pada terdapat 3 ruas Jalan Nasional yakni Ruas Jln. Glonggong – Bts. Pacitan (5 titik longsoran), Ruas Jln. Bts. Kota Pacitan – Bts. Trenggalek (25 titik longsoran), dan Jln. Ploso – Pacitan – Hadiwarno (24 titik longsoran). Langkah-langkah penanganan darurat yang dilakukan BBPJN VIII Surabaya diantaranya dengan memobilisasi  6 unit wheel loader, 1 unit motor grader, 2 unit excavator dan 8 unit dump truck untuk membersihkan lokasi longsoran di ruas jalan yang terdampak longsor agar mempermudah jalur distribusi bantuan bagi para korban bencana dan mengurangi kemacetan. Hingga kini semua ruas jalan tersebut sudah dalam kondisi fungsional.

Sementara untuk penanganan air bersih, Satker Tanggap Darurat Ditjen Cipta Karya telah memobilisasi 20 hidran umum, 20 tenda hunian, 1 unit instalasi pengolahan air, 30 wc knockdown, 20 tong sampah, 2 mobil tangka air, dan 10.000 kantong sampah yang semuanya tersimpan di PDAM dan Dinas PU.

“Biasanya logistik tersebut ditempatkan di titik pengungsian terbesar, namun masih banyak yang belum terdistribusi karena titik pengungsian dan jumlah pengungsi sangat dinamis, dimana banyak dari para pengungsi yang kembali kerumah saudaranya atau mulai membersihkan rumhanya” ujar Kepala Satker Tanggap Darurat.

Kunjungan ini juga sebagai salah satu bentuk kehadirian negara untuk rakyatnya sehingga dapat bersama-sama untuk saling membantu dalam menghadapi permasalahan bencana yang sedang melanda Kab. Pacitan saat ini.

Dalam kunjungan ini rombongan Komisi V DPR RI dipimpin oleh Anton Suratto dan didampingi oleh mitra terkait, khususnya Kementerian PUPR yang diwakili oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kepala BBPJN VIII Surabaya, dan Kepala Satker Tanggap Darurat Bencana Pacitan. (*)

Tag :  

Share